Kalkulator Pagar
Masukkan panjang jalur dan jarak tiang Anda untuk melihat tiang, bentang, palang, dan bilah.
The link carries your figures, so it reopens on exactly these numbers.
Pengaruh jarak tiang pada biaya
Jalur Anda, dengan jarak berbeda. Tiang adalah bagian mahal sebuah pagar — makin rapat makin kuat dan makin mahal, dan palangnya mengikuti.
| Jarak antartiang | Tiang | Bentang | Palang |
|---|---|---|---|
| 1,8 mLokasi terbuka, tanah miring, panel berat. | 18 | 17 | 34 |
| 2,4 mJarak yang lazim, sekaligus panjang palang yang dijual di pasaran. | 14 | 13 | 26 |
| 3 mTiang lebih sedikit, lendutan di antaranya lebih besar. | 11 | 10 | 20 |
Rumusnya
bentang = ⌈ panjang ÷ jarak ⌉
tiang = bentang + 1
palang = bentang × palang per bentang
bilah = ⌈ panjang × 100 ÷ (lebar bilah + celah) ⌉
Contoh perhitungan
Jalur 30 m dengan jarak tiang 2,5 m, dua palang, bilah rapat 14 cm
- 30 ÷ 2,5 = 12 bentang
- 12 + 1 = 13 tiang
- 12 × 2 = 24 palang
- 30 ÷ 0,14 = 214,3 → 215 bilah
Di sinilah orang keliru
Membeli satu tiang untuk tiap bentang
Pagar memerlukan satu tiang lebih banyak daripada jumlah bentangnya, karena bentang terakhir tetap harus berakhir di suatu tempat. Jalur 30 m dengan jarak 2,5 m berarti 12 bentang, tetapi 13 tiang. Hanya satu tiang, namun justru tiang itulah yang menghentikan pekerjaan pada sore terakhir — dan pada pagar bergerbang dan bersudut, kesalahannya berulang di setiap jalur.
Pertanyaan
- Seberapa dalam tiang harus ditanam?
- Cukup dalam untuk berada di bawah garis beku setempat, yang ditetapkan dinas bangunan Anda, bukan oleh aturan mana pun yang bisa dicetak di sini. Sepertiga panjang tiang berada di dalam tanah adalah titik awal yang lazim untuk pagar standar.
- Berapa beton yang dihabiskan tiap tiang?
- Gunakan opsi lubang tiang pada kalkulator beton: opsi itu mengurangi volume tiang dari lubangnya, yang tidak dilakukan kebanyakan kalkulator, dan tiang 90 × 90 mm mengisi sekitar seperenam lubang berdiameter 250 mm.
- Apakah jumlah bilah sudah memperhitungkan ujungnya?
- Perhitungan membagi panjang jalur dengan satu bilah ditambah satu celah, sehingga sedikit melebihkan jumlahnya karena bilah terakhir tidak memerlukan celah di belakangnya. Kesalahannya condong ke satu bilah berlebih, bukan kurang.